Selasa, 28 April 2015

Jaringan Bisnis Kyai (JBK)

Jaringan Bisnis Kyai
Oleh: Kyai Anom Sukmorogo Sejati

Kuawali tulisan ini dengan Bismillahirrahmaanirrahiim, dan menyampaikan salam dan sholawat kepada junjungan umat Nabi Muhammad SAW, dan segenap keutamaan al fatikhah bagi seluruh keluarga, sahabat, pengikut setianya hingga hari kiamat.

Jaringan Bisnis Kyai (JBK) merupakan suatu kumpulan ide, tulisan, rekaman, kiprah, dan pemikiran para kyai dalam melakukan proses pendidikan, dakwah untuk melakukan perubahan sosial dari waktu ke waktu secara berkelanjutan agar memberikan peningkatan kapasitas dan kapabilitas ekonomi umat Islam dan negara Indonesia secara bersama-sama dalam kehidupan serba cukup, tolong menolong secara berkelanjutan.

Kegiatan dan para pihak (stakeholder) yang berhubungan dengan para Kyai sangat banyak dari lapis bawah seperti petani dan pedagang serta pengrajin dan buruh, kelas menengah seperti guru dosen, manajer pabrik dan perusahaan, hingga tingkat tinggi seperti kepala negara dan menteri, raja, pemilik bisnis besar, serta asosiasi -asosiasi sosial dan ekonomi.

Para Kyai adalah sebagaimana manusia lainnya, memiliki kebutuhan dasar (al basyar), namun di pundak mereka ada tugas berat sebagai penyeru umat (QS 16: 125), dan (QS 3: 104), dan menjadi teladan yang baik yang mengeluarkan umat dari kegelapan kepada keadaan terang (QS 3: 110). Seorang Kyai tidak boleh menjadi peminta-minta dari proses dakwahnya hanya demi imbalan materi.
Hal itu semata-mata untuk menjaga agar proses dan jalan dakwah tetap terkendali dan tidak tercampuri oleh kepentingan-kepentingan duniawi.

Para Kyai dengan keilmuan, pengalaman dan kompetensi serta kesederhanaan kehidupannya memiliki sejumlah ranah (domain) untuk meningkatkan kualitas hidup pribadi, keluarga mereka sebagai warga negara dan makhluk sosial dan ekonomi dengan masuk ke dalam bidang-bidang usaha (baca bisnis). Adapun Jaringan Bisnis Kyai (selanjutnya disebut JBK)  secara umum dikelompokan menjadi 5 bagian sebagai berikut.

Kelompok 1: Penulisan dan Publikasi Karya Intelektual
Kelompok 2: Prasarana dan Sarana Pembelajaran
Kelompok 3: Jasa Konsultasi dan Ikutannya
Kelompok 4: Kemitraan Usaha
Kelompok 5: Investasi dan Reinvetasi SDM

Dalam melakukan itu, para Kyai tetap menjalani kehidupan dengan penuh tawadhu' dan tidak kemaruk harta, karena mereka memiliki kemampuan untuk pengendalian hati dan pikiran serta ilmu untuk tidak tenggelam dan terlalaikan dalam perniagaan.

Semua itu didasari atas keharusan: Bekerjalah, sesungguhnya aku ini bekerja, dan Allah SWT akan mempertanyakan apa saja yang telah engkau kerjakan untuk keselamatan dunia dan akhiratmu.

Wonogiri, 29 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar